Akar awal: dari China hingga Eropa (220 AD - 1960s)
Konsep manufaktur sesuai pesanan sudah ada sejak Dinasti Tang. Textile printing populer di Eropa abad ke-12. Lompatan besar di 1960-an: Michael Vasilantone mengembangkan screen printing lebih cepat. Pada 1966, majalah Galaxy Science Fiction mendeskripsikan buku print-on-demand sebagai penemuan masa depan.
Revolusi digital (1990s - 2000s)
1990: Xerox Docutech diluncurkan — sistem publishing POD pertama yang terjangkau, 135 halaman/menit. Printer DTG pertama Revolution muncul. Lightning Source merevolusi POD buku. 1999: Lulu.com — platform pertama self-publish POD. Awal 2000-an: CafePress dan Zazzle membawa POD ke apparel dan produk custom.
Era platform dan marketplace (2010s)
Teespring (Spring) didirikan 2011, Gelato berdiri 2012 di Norway, Gooten 2012 di USA, Printful 2013. Integrasi dengan Shopify, Etsy, WooCommerce menjadi standar.
Pandemi dan ledakan pertumbuhan (2020-2023)
COVID-19: Home & Living Printify tumbuh 244% dalam 6 bulan pertama 2020. Apparel 62,38% total item terjual. CAGR naik ke 26,3% (2023). Pasar dari $7,67 miliar ke proyeksi $38,21 miliar (2030).
Era AI dan masa depan (2024-2030+)
AI generatif mengubah lanskap POD. Social commerce standar — TikTok akuisisi Tokopedia. Gelato: 32 negara, 140+ hub. Pasar diproyeksikan $37-46 miliar (2030), $57 miliar (2033), $103 miliar (2034). Personalisasi menjadi standar default.